Buah jeruk merupakan buah yang sangat populer di seluruh belahan
dunia. Untuk mendapatkannya pun tak perlu menunggu musim, sebab buah
jeruk selalu ada di setiap musim.
Tak hanya cocok dijadikan camilan sehat, buah yang memiliki rasa asam manis ini juga kerapkali dijadikan bahan
resep utama dalam berbagai hidangan. Bahkan kini, jus jeruk sering dijadikan bagian menu utama yang tak terlupakan saat sarapan.
Jeruk tersedia dalam dua kategori, manis dan pahit. Biasanya, jeruk
dengan tekstur kulit mulus dan agak berat memiliki kandungan air lebih
tinggi daripada jeruk dengan tekstur kulit seperti spons dan memiliki
berat ringan.
Cari tahu khasiat jeruk lainnya berikut ini, seperti dikutip dari laman Times of India:
Sumber vitamin C
Satu jeruk memiliki pasokan 116,2 persen dari nilai harian untuk asupan
vitamin C. Vitamin C bermanfaat untuk menurunkan risiko kanker usus
besar karena bisa membantu mengusir radikal bebas yang menyebabkan
kerusakan pada DNA.
Vitamin C, juga penting sebagai sistem kekebalan tubuh, baik untuk menangkal flu dan mencegah infeksi telinga berulang.
Antioksidan untuk kesehatan kulit
Antioksidan dalam jeruk membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat
radikal bebas yang bisa menimbulkan tanda-tanda penuaan. Satu buah jeruk
sehari dapat membantu Anda mempertahankan keremajaan kulit meski usia
sudah beranjak 50 tahun.
Kaya Vitamin B6
Vitamin ini membantu mendukung produksi hemoglobin dan juga membantu
menjaga tekanan darah tetap normal karena adanya magnesium. Menurut
sebuah studi oleh peneliti AS dan Kanada, senyawa yang ditemukan dalam
kulit buah jeruk yang disebut Polymethoxylated flavon (PMFs) juga
memiliki potensi untuk menurunkan kolesterol lebih efektif dan tanpa
efek samping daripada beberapa resep obat lainnya.
Serat jeruk untuk cegah diabetes
Serat dalam jeruk membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Karena
itulah, jeruk aman dijadikan makanan selingan sehat bagi penderita
diabetes. Gula buah alami dalam jeruk, fruktosa, dapat membantu menjaga
kadar gula darah tetap normal.
Kaya beta-cryptoxanthin
Mengkonsumsi makanan yang kaya akan beta-cryptoxanthin, sebuah
karotenoid dalam buah dan sayuran berwarna oranye-merah yang banyak
ditemukan pada jeruk, jagung dan labu bisa menurunkan risiko serangan
kanker paru-paru.